Sabtu, 01 Agustus 2015 0 komentar

#InspirasiKemerdekaan01




KEMERDEKAAN adalah hak setiap manusia yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Kemerdekaan bangsa Indonesia pada hakikatnya selain merdeka dari belenggu penjajahan adalah memerdekakan Rakyat dari Kemiskinan, Kebodohan dan Keterbelakangan
 (I1).
#InspirasiKemerdekaan01 #InspirasiWajahNegeri
0 komentar

SENYUM adalah pintu Komunikasi #‎PesanInspirasi154


SENYUM adalah pintu masuk komunikasi dengan orang lain. Senyuman mempercantik wajah dan menambah aura simpatik wajah. Dengannya menambah banyak kenalan dan sahabat yang tentunya sangat dibutuhkan oleh mereka yang senantiasa menapaki liku-liku jalan perjuangan.
0 komentar

Senyum Refleksi Hati #PesanInspirasi153


"Wajah dan senyuman yang nampak dari seseorang sesungguhnya merupakan refleksi langsung dari kondisi hati pemiliknya. Saat bathin dihadiri oleh keriangan, maka raut wajah akan semakin menarik dan simpatik dengan kehadiran senyuman " .

‪#‎PesanInspirasi153‬ ‪#‎InspirasiWajahNegeri‬
Rabu, 17 Juni 2015 0 komentar

Secangkir Kopi Tambora

KOMPAS/SUSI IVVATY Kopi tambora disangrai hingga kecoklatan.

RASANYA semua orang sedang memburu Tambora. Tiket pesawat menuju Bima seperti barang langka. Mau tak mau, perjalanan harus ditempuh lewat‎ darat dan kemudian menyeberang laut. Ironisnya, itu bermula dari Bandara Internasional Lombok.

Satu kabar terngiang-ngiang di kepala: ada festival kopi di Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Maka dimulailah perjalanan panjang dan melelahkan. Namun, terus terang ini sedikit membahagiakan. Kabar festival kopi di desa kecil itu bikin penasaran. Sebagai penggemar kopi, saya ingin segera mencicipi rasa kopi tambora!

Perjalanan fase pertama dari Bandara Lombok di Lombok Tengah ke pelabuhan laut Kayangan, Lombok ‎Timur memakan waktu selama 4 jam dengan mobil sewaan. Bersama rombongan panitia World Cultural Forum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kami hanya berhenti sejenak di daerah Selong untuk membeli beberapa ikat rambutan dan tiga buah durian.

0 komentar

Apakah Kopinya Orang Indonesia ?

 

Oleh : Cahyadi Takariawan 

Beberapa waktu yang lalu saya diajak mas Agung dan mas Wawan, dua warga Indonesia yang bekerja di Boeing, berjalan-jalan ke downtown Seattle. Salah satunya diajak mengunjungi kedai kopi Starbuck yang pertama kali. Mengherankan, ternyata kedainya sangat sederhana. Tidak seperti penampilan gerai Starbucks yang di berbagai kota yang tampak mewah dan bergengsi, Starbucks yang pertama ini justru dipertahankan keasliannya.

 
;